Kayaknya, apa yang hari ini aku punya jauh dari apa yang mereka punya...
Ada yang menang lomba speech tingkat nasional, lomba debat internasional, ada yang masuk PTN impiannya, ada yang lagi fokus-fokusnya bangun usaha, ada yang udah keterima kerja di perusahaan keren.Di zaman sekarang ini kita gampang banget, ngeliat kesuksesan orang lain. Mungkin bagi sebagian dari kita ngerasa hal itu bisa jadi pemicu semangat. Tapi... mungkin juga bisa bikin sebagian dari kita jadi insecure ngeliat pencapaian itu. Seakan-akan tolak ukur keberhasilan kita ada di sosial media yang bikin rasa syukur kita pelan-pelan menguap gitu aja. Mudah banget ya kak rasa syukur itu tergantikan hanya dengan scrolling sosial media atau denger cerita orang.
Padahal, adanya kita di hari ini setelah ngehadapin puluhan rintangan dibelakang, adanya kita di detik ini dengan keadaan sehat, doa dan senyum hangat orang tua setiap berangkat aktivitas, masih dimampukan untuk ibadah dan zikir, bisa nikmatin minuman dan makanan yang lezat juga bagian dari nikmat Allah, loh kak.
Nikmat itu ternyata ada di dalam diri kita. Di kemampuan kita mengingat dan memahami bahwa Allah ngasih kita jutaan kelebihan yang pastinya udah diatur dan diukur sedemikian rupa untuk maslahat hidup kita:)
Ada sebuah doa yang manis dari Nabi Sulaiman ketika Nabi Sulaiman dan bala tentaranya melewati sebuah lembah dan ada banyak semut disana. Nabi Sulaiman senyum dan tertawa karena mendengar perkataan semut.
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ
Dia (Sulaiman) tersenyum seraya tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham dan kemampuan) untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai. (Aku memohon pula) masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
An-Naml [27]:19
Nabi Sulaiman nyebutin rasa syukurnya atas kemampuan yang Allah berikan kepadanya. Hal yang sama juga berlaku untuk kita, loh. Meskipun kemampuan Nabi Sulaiman berupa mukjizat, masing-masing dari kita Allah berikan kelebihan. It means, coba deh kak, look inside ourself, pasti kita juga akan nemuin kelebihan yang Allah titipkan.
Dan yang paling manis dari do'a ini adalah ketika Nabi Sulaiman minta ke Allah untuk selalu dimampukan mensyukuri nikmat yang Allah kasih kepadanya dan kedua orang tuanya.
"...Dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham dan kemampuan) untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku...."
Nabi Sulaiman saaadar banget bahwa ada banyak banget nikmat Allah. Nabi Sulaiman dengan rendah hati minta ke Allah dikasih kemampuan supaya tetep mensyukuri itu, alias ga ngelupain nikmat-nikmat Allah🥹
Gak sampai di situ aja, Nabi Sulaiman berdoa supaya dengan nikmat yang Allah berikan itu beliau bisa berbuat kebaikan yang Allah ridhai.
"... dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai....."
kebayang ya, nikmat ituga melalaikan Nabi Sulaiman tapi justru mengantarkannya kepada kebaikan-kebaikan selanjutnya.
Juga, agar nikmat dan amal shalih itu mengantarkannya kedalam golongan hamba yang salih.
"...(Aku memohon pula) masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Lihat kan? betapa akhlaknya Nabi Sulaiman indah banget. Dengan rendah hatinya meminta agar dikasih kemampuan mensyukuri nikmat, lalu dengan nikmat itu bisa berbuat amal shalih, dan yang terakhir minta ke Allah supaya dimasukkan kedalam golongan orang-orang saleh.
MaasyaAllah... Betapa mengingat-ingat nikmat yang Allah kasih bisa sepowerful itu untuk ketenangan dan kebahagiaan manusia. Bukan cuma itu, dengan kerendahan hati dihadapan-Nya, Allah bisa kasih kita petunjuk tentang siapa diri kita, apa kelebihan dan kekurangan kita, Allah juga bisa memampukan kita berbuat amaln shalih dan memasukkan kita ke circle orang-orang shaleh di akhirat nanti. Mudah-mudahan, kita senantiasa jadi hamba-Nya yang bersyukur. Aamiin.

Komentar
Posting Komentar