Langsung ke konten utama

Postingan

Batre Sosialku Habis ⚡

  Kita yang gampang capek di keramaian, mungkin kamu bukan introvert atau ekstrovert, kita sama. Percaya atau tidak, MBTI aku ambivert. Tapi memang melankolisnya lebih besar 6 poin dibanding kolerisnya. Dengerin podcast dari salah satu tokoh yang memahami tentang energi manusia. Beliau bilang, selain ada kecerdasan intelektual, ada juga kecerdasan semesta. Kecerdasan semesta ini mengalir dari yang tinggi ke yang rendah. Dan kita manusia adalah makhluk energi. Dalam Islam kita kenal kecerdasan semesta itu sebagai kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual adalah ‘Ruh’. Tau darimana mut? أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِنِّى خَـٰلِقٌۢ بَشَرًۭا مِّن طِينٍۢ (٧١) فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَـٰجِدِينَ (٧٢ “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila Aku telah menyempurnakan (penciptaan)-nya dan meniupkan roh (ciptaan)...
Postingan terbaru

Privilege Kumpul Lagi di Surga sama Keluarga

   Sewaktu kecil, kalau kesandung terus jatuh kita teriak, " Aduh!  Ibuuu " atau "A yaah, sa akit. " Biasanya kita manggil orang yang bisa ngelindungin. Orang yang keberadaannya bikin kita ngerasa aman. Atau pas udah gede dikit, orang tua kita nganterin ke sekolah atau ke pengajian. Pas pulangnya dijemputnya lama biasanya kita ngerasa khawatir terus air mukanya berubah antara sedih, marah dan takut. " Ibu mana sih, lama banget, Iish ."  Sejak kecil, kebutuhan kita ke orang tua se-butuh itu. Mulai dari butuh rasa sayang, butuh rasa aman, butuh temen ngobrol, butuh penasehat, daaaan lain-lain. Ayah dan Ibu kita tuh jadi bagian terpenting dalam hidup kita. Sadar ga sih, Ayah Ibu kita itu seakan-akan penanggung jawab hidup kita mulai dari urusan pakaian sampai masa depan, dari A sampe Z, bahkan orang tua kita berjuang mati-matian supaya anaknya bisa hidup aman dan nyaman. Memastikan kehidupan dunia dan akhirat kita aman. Padahal mereka kan manusia juga, kenapa...

Temuin Rasa Syukur Itu di Dalem Diri Kita Sendiri! Ini Doa Manis Nabi Sulaiman atas Rasa Syukurnya

Kayaknya, apa yang hari ini aku punya jauh dari apa yang mereka punya... Ada yang menang lomba speech tingkat nasional, lomba debat internasional, ada yang masuk PTN impiannya, ada yang lagi fokus-fokusnya bangun usaha, ada yang udah keterima kerja di perusahaan keren.  Di zaman sekarang ini kita gampang banget, ngeliat kesuksesan orang lain. Mungkin bagi sebagian dari kita ngerasa hal itu bisa jadi pemicu semangat. Tapi... mungkin juga bisa bikin sebagian dari kita jadi insecure ngeliat pencapaian itu. Seakan-akan tolak ukur keberhasilan kita ada di sosial media yang bikin rasa syukur kita pelan-pelan menguap gitu aja. Mudah banget ya kak rasa syukur itu tergantikan hanya dengan scrolling sosial media atau denger cerita orang. Padahal, adanya kita di hari ini setelah ngehadapin puluhan rintangan dibelakang, adanya kita di detik ini dengan keadaan sehat, doa dan senyum hangat orang tua setiap berangkat aktivitas, masih dimampukan untuk ibadah dan zikir, bisa nikmatin minuman dan ma...