Kita yang gampang
capek di keramaian, mungkin kamu bukan introvert atau ekstrovert, kita sama.
Percaya atau
tidak, MBTI aku ambivert. Tapi memang melankolisnya lebih besar 6 poin dibanding
kolerisnya.
Dengerin
podcast dari salah satu tokoh yang memahami tentang energi manusia. Beliau
bilang, selain ada kecerdasan intelektual, ada juga kecerdasan semesta. Kecerdasan
semesta ini mengalir dari yang tinggi ke yang rendah. Dan kita manusia adalah
makhluk energi.
Dalam Islam kita kenal kecerdasan semesta itu sebagai kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual adalah ‘Ruh’. Tau darimana mut?
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
(إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِنِّى خَـٰلِقٌۢ بَشَرًۭا مِّن طِينٍۢ (٧١) فَإِذَا سَوَّيْتُهُۥ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُوا۟ لَهُۥ سَـٰجِدِينَ (٧٢
“(Ingatlah)
ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan
manusia dari tanah. Apabila Aku telah menyempurnakan (penciptaan)-nya dan
meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, tunduklah kamu kepadanya dalam keadaan
bersujud.” Ṣād [38]: 71 – 72
Didalam
tubuh kita ada Ruh Allah yang ditiupkan semasa kita masih dalam janin. Kita
adalah makhluk yang didalamnya hidup Ruh. Inilah yang bikin kita jadi makhluk
ruhani. Yang senantiasa membawa fitrah kemanapun, kapanpun seperti apapun
keadaannya. Dia ibarat teko yang terinstal didalam diri kita.
Aku ingin
meng-highlight pendapat beliau tentang “Kecerdasan itu mengalir dari yang
tinggi ke rendah”
Kecerdasan spiritual
yang rendah itu sering disebut sebagai vibes negatif. Proses ngalirnya energi yang tinggi ke yang
rendah itu bikin kita kelelahan.
Biasanya kita
kenal kenal pemilik vibes negatif adalah ‘vampire energy’. Kecerdasan spiritual
rendah seringkali pesimis, sering mengutuki, kurang bersyukur, bawaanya marah-marah,
padahal ga ada yang bisa/perlu dimarahi, dan lain sebagainya.
Sehingga
ketika kita ketemu orang yang vibrasinya rendah, energi kita mengalir begitu
saja.
Beliau
mengibaratkan begini, orang yang kecerdasan intelektual rendah dengan
kecerdasan spiritual tinggi bertemu dengan orang kecerdasan intelektual tinggi dengen
kecerdasan spiritual rendah, dia akan mengalirkan energinya dan tetap
kelelahan.
Kesadaran akan ketidaknyamanan jadi sinyal dan penting buat kita untuk segera
mencari ‘pengisi’ teko yang mulai kosong tadi. Tokoh tadi bilang, “sehingga
kamu perlu mencari energi positif yang lebih besar, sehingga kamu dialiri
energi positif, maka kita harus terkonek dengan kecerdasan itu sendiri,
faktor yang bikin kita ga ikut-ikutan si energi negatif tadi”
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Ustadz Fitrian
Kadir, Lc., dalam kajian “Yang Jauh Boleh Pulang” episode 2, menyebutkan
bahwa kita senantiasa terkoneksi dengan Ruh ini, baik koneksinya lemah maupun
kuat. Yang jelas koneksi ini tidak pernah hilang.
Ketika Ruh
kita bertemu dengan kecerdasan intelektual, kita menjadi lebih lebih wise atau
bijaksana, “oh iya obrolan ini bisa diterima, oh ya obrolan ini ga bisa
diterima”
Beliau bilang,
kecerdasan intelektual + kecerdasan spiritual = wisedom dan kita akan jadi
lebih berhati hati, dan menjadi pragmatis
1. Apakah obrolan ini baik?
2. Apakah obrolan ini benar?
3. Apakah obrolan ini penting?
4. Apakah obrolan ini bermanfaat?
“Kalau tidak bermanfaat ngapain juga, tinggalin saja”
Dan ini
sejalan sekali dengan ayat tadi:”)
***
Refleksi
Barangkali,
Allah membuat kita merasa jatuh berkali-kali, karena Dia ingin menyadarkan kita
untuk kembali. Allah pertemukan kita dengan orang-orang yang membuat kita ‘lelah’
karena Dia ingin kita senantiasa, terus menerus, memprioritaskan waktu kita,
kegiatan kita untuk mendekat kepada-Nya, karena hanya dengan itulah kebutuhan
kita terpenuhi, untuk menyelesaikan dengala masalah yang kita hadapi.
***
Sederhananya, Ust Nuzul Dzikri mengibaratkan Penampilan Itu sebagai Cermin
(bisa dicari di youtube, video 1 menitan)
Ust. Nuzul bilang, berhias itu dilakukan ketika pelakunya sedang bahagia, di hari-hari
kebahagiaan, Hari Ied misalnya. Di Hari Ied semua orang berhias, pake baju
terbaik, mukenah terbaik, wewangian. Dan Ied itu terjadi ketika satu bulan
penuh kita beribadah pol-polan. Kamu ngerasain juga ga, kalo kita ibadahnya ga
pol-polan, pas nyambut iednya ga sebahagia kalo ibadahnya pol-polan?
Dari sini kita tau bahwa, kebahagiaan, kekuatan Ruh itu hanya bisa kita dapet
lewat ibadah kita ke Allah. Dan positve vibes, good looking, rupawan, diliat
nyaman, itu kuncinya adalah hatinya, apakah penuh? Dan itu didapat dari ibadah-ibadah
kita.
Referensi:
https://youtu.be/MKsF81fZIeo?si=UB2bR6juP0D90DXS
https://youtu.be/lU5xd1VRkEg?si=jVwhVqMa_0e4gJK7
bit.ly/previewYJBP
https://tafsirweb.com/8558-surat-shad-ayat-72.html
https://tafsirweb.com/4854-surat-al-kahfi-ayat-28.html
https://quran.com/id/para-penghuni-gua/28-34
https://quran.com/id/shad/71-88
Komentar
Posting Komentar