Sewaktu kecil, kalau kesandung terus jatuh kita teriak, "Aduh! Ibuuu" atau "Ayaah, saakit." Biasanya kita manggil orang yang bisa ngelindungin. Orang yang keberadaannya bikin kita ngerasa aman.
Atau pas udah gede dikit, orang tua kita nganterin ke sekolah atau ke pengajian. Pas pulangnya dijemputnya lama biasanya kita ngerasa khawatir terus air mukanya berubah antara sedih, marah dan takut. "Ibu mana sih, lama banget, Iish."
Sejak kecil, kebutuhan kita ke orang tua se-butuh itu. Mulai dari butuh rasa sayang, butuh rasa aman, butuh temen ngobrol, butuh penasehat, daaaan lain-lain. Ayah dan Ibu kita tuh jadi bagian terpenting dalam hidup kita. Sadar ga sih, Ayah Ibu kita itu seakan-akan penanggung jawab hidup kita mulai dari urusan pakaian sampai masa depan, dari A sampe Z, bahkan orang tua kita berjuang mati-matian supaya anaknya bisa hidup aman dan nyaman. Memastikan kehidupan dunia dan akhirat kita aman. Padahal mereka kan manusia juga, kenapa sepeduli itu? Seakan-akan orang tua adalah perpanjangan tangan dari Sosok yang peduli banget sama kita dan gamau kita kenapa-napa.
Tanpa alasan yang belum kita pahamin, orang tua kita nganter kita ke pengajian, terus malemnya diajarin baca iqro, diajarin solat, dikenalin kerudung, dikenalin siapa itu Allah, dan ngehadirin Allah, Sosok yang ga bisa kita liat tapi selalu diceritain setiap waktu, di keseharian kita.
Kita yang semakin dewasa preferensi kita mulai banyak dari temen-temen, sosial media, dan lain-lain, terus mulai nanya-nanya, "ngapain sih harus pake kerudung, kenapa sih harus solat, kenapa sih harus puasa, kenapa juga harus sabar?"
Karena kesibukan kita, kita lupa ada dua pasang manusia yang berpeluh-peluh ngejaga kita, kesulitan dan kesempitan mereka rasain untuk ngebesarin kita, keringatnya untuk kebahagiaan kita, laparnya untuk kenyangnya kita, ngantuknya untuk rasa amannya kita. Mereka yang sebegitu tulusnya menghadirkan kita dan menjaga kita di Bumi ini.
Tau gak, ternyata semuanya punya waktu, kemarin kita masih anak-anak lalu dibesarkan sampai di hari ini, disaat yang sama, orang tua kita makin menua😢 Semuanya akan silih berganti, kita yang tadinya ngga ada jadi ada, juga yang tadinya ada jadi ngga ada. Kehadiran orang tua kita di dunia ini terbatas. Iya, kita akan kehilangan orang tua kita.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۗ كُلُّ امْرِئٍ ۢبِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ
"Orang-orang yang beriman dan anak cucunya mengikuti mereka dalam keimanan, Kami akan mengumpulkan anak cucunya itu dengan mereka (di dalam surga). Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya."
Aṭ-Ṭūr [52]:21
Orang-orang yang beriman masih punya harapan untuk ketemu sama keluarganya dengan keadaan yang jaaaauh lebih baik, di Surga!
Jadi.. selama ini kita diajarin baca Qur'an, diajakin solat, diajak puasa, diajarin pake kerudung, dikenalin Allah, supaya kita bener-bener kenal sama Allah.
Karena... orang-orang yang beriman ke Allah dan Rasulullah, terus keimanan ini diikutin sama anak-cucunya, Allah bakal ngangkat derajat anak cucunya itu dan masukin mereka ke surga bareng-bareng sama orang-orang yang derajat keimanannya sama kayak keimanan orang tua mereka meskipun derajat keimanan anak cucunya ini gak sama sama derajat keimanan penduduk surga didalamnya.
Ini bukan karena pahala Ayah-Ibu kita dikurangin terus jadi pindah ke kita, bukan. Ini murni karena bentuk penghormatan Allah ke Ayah-Ibu kita yang benar benar beriman. Bener-bener karena Rahmat Allah buat mereka yang mau ngikutin beriman ke Allah dan Rasul kayak orang tua mereka.
Daan, dari ayat ini juga kita jadi tau, kalo ternyataaa surga dan neraka itu nggak sama. Karena Allah gak ngurangin pahala manusia sedikitpun justru Allah ngangkat derajat orang yang beriman dan di Surgalah tempat mereka, tapii neraka itu tempat nebus kesalahan yang kita buat tanpa Allah tambah-tambah.
Astaghfiruka wa atuubu ilaik... Ya Rabb jadikanlah kami termasuk orang-orang yang beriman dan masukkanlah kami bersama orang-orang terdahulu kami yang beriman, pertemukanlah kami dengan kelaurga kami di Surga-Mu ya Rabb.. Aamiin

Komentar
Posting Komentar